blog

Merokok Mendatangkan Inspirasi? Pembenaran atau Penyalahgunaan?

Rokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang menimbulkan ketergantungan. Meskipun rokok menyumbang sejumlah besar devisa bagi negara, kita tidak dapat menyingkirkan fakta bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan perokok itu sendiri dan orang di sekitarnya. Oleh karena itu, banyak tempat-tempat yang ditempeli stiker bertuliskan “dilarang merokok”. Memang Indonesia sudah memiliki aturan mengenai rokok termasuk tentang area-area no smoking. Akan tetapi pada kenyataannya, aturan ini tidaklah begitu efektif karena tidak ada pengawasan yang tegas. Padahal aturan ini sangat penting untuk menghindarkan masyarakat dari penyakit saluran pernapasan (perokok pasif). Beberapa perokok menyatakan bahwa rokok dapat mendatangkan inspirasi bagi mereka. Sebenarnya, ungkapan ini benar adanya atau hanya sebagai dalih para perokok untuk tidak berhenti mengonsumsinya? Mari simak ulasan berikut untuk penjelasan lebih lanjut.

Merokok Mendatangkan Inspirasi?

Nikotin Rokok Merangsang Neutransmitter

Berdasarkan artikel dari suara.com, menurut Dr.dr.Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), rokok disebut dapat meningkatkan imajinasi akibat adanya kandungan nikotin dalam rokok. Berdasarkan paparannya, nikotin pada rokok merangsang neutransmitter. Neutransmitter adalah pembawa sinyal menuju sel saraf otak. Hal ini menyebabkan perokok mendapatkan stimulan yang dapat meningkatkan daya pikir sehingga menyebabkan mereka lebih berkonsentrasi. Nah, banyak para perokok yang menggunakan dalih ini agar bisa menjawab kata-kata “dilarang merokok“. Hal tersebut memang fakta, tetapi para perokok mungkin lupa fakta yang lebih utama mengenai rokok yaitu, penumpuk racun bagi tubuh secara keseluruhan.

Kerugian yang Lebih Besar dari Manfaatnya

Sebagai stimulan, rokok dapat meningkatkan konsentrasi. Akan tetapi, jangan lupakan fakta bahwa rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit fatal pada tubuh yang menyerang berbagai aspek seperti sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, dan sebagainya. Apakah peningkatan konsentrasi itu sebanding dengan kemungkinan penyakit yang dapat diterima di masa depan? Sedangakan meningkatkan imajinasi dan konsentrasi dapat dilakukan tidak hanya melalui rokok. Coba pikirkan kembali secara baik-baik. Jika manfaat rokok lebih besar ketimbang dampak negatif yang ditimbulkannya, mungkin tidak perlu disebar tulisan “dilarang merokok” di berbagai tempat. Selain itu, bukan hanya Anda yang mungkin terkena berbagai komplikasi penyakit, tetapi juga orang-orang di sekitar Anda. Bayangkan jika orang-orang yang Anda sayangi menjadi korban atas asap rokok yang Anda hirup. Apa yang akan Anda lakukan jika hal ini sudah terjadi? Menyesal? Bukankah sudah terlambat?

Comments Off on Merokok Mendatangkan Inspirasi? Pembenaran atau Penyalahgunaan?